Obat kanker Curzerif dalam bahasa latin Curcuma Zedoaria atau dalam bahasa indonesia adalah temu putih merupakan jenis tanaman yang sering kita temui di kebun,tanaman ini tumbuh liar,namun siapa sangka temu putih ini memiliki manfaat yang luar biasa bagi manusia,dapat mengobati tumor atau kanker.
Menurut penelitian Kuo ML, Huang TS
dan Lin JK dari Toxicology College of Medicine, Universitas Nasional Taiwan,
curcumin mengandung antioksidan dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya
yang dipublikasikan di Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan
sebagai bumbu dan pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan,
antiradang, dan antitumor.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa penyakit kanker adalah salah satu penyakit yang mematikan di dunia,dan ironisnya manusia yang menyebabkan penyakit tersebut sebagai contoh penggunaan unsur karsinogen oleh kita baik lewat makanan yang mengandung unsur pengawet,unsur pewarna,unsur pengenyal dan unsur penyedap rasa.
Maka disamping obat kanker curzerif yang mengandung ribosome in protein bagi penderita kanker atau untuk pencegahan bisa di imbangi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat antioksidan seperti buah dan sayur.
bersyukur dengan keagungan-Nya bahwa Tuhan telah menciptakan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita mulai dari tanaman,buah ataupun sayuran sehingga kita bisa hidup sehat.
Berikut juga penelitian;
Prof. Dr. dr. Sjamsuridjal Djauzi,
Direktur Utama RS. Kanker Dharmais (RSKD) mengatakan, Langkah penelitian
lainnya, adalah yang dilakukan oleh RSKD bekerja sama dengan Jurusan Farmasi
FMIPA UI dan Jurusan Farmasi Universitas Tujuh Belas Agustus. Penelitian itu melibatkan
tim yang terdiri atas Wan Lelly Heffen, Dewi Kristanti, Nurhuda, Erilia, Deby,
Mirna, dan Ade Novi.
Penelitian mereka berupaya menekan
tumor promoter dengan beberapa komponen dari obat hasil alam. Studi fitokimia
ini mempunyai keuntungan besar pada aplikasi klinis. Soalnya, daya
toksositasnya rendah sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Pengujian potensi sitotoksik
beberapa jenis tumbuhan telah dilakukan di RSKD terhadap kanker serviks sel
line. Tumbuhan itu antara lain Curcuma zeodoaria (temu putih), Curcuma
domestica (kunyit), dan Curcuma mangga (temu mangga), serta Phaleria macrocarpa
Boerl. (mahkota dewa).
Dari penelitian tersebut, ternyata rimpang segar temu putih mempunyai
potensi mematikan sel kanker di atas 50 persen. Kemampuan ini pada konsentrasi
50, 100, 150, dan 200 mikrogram/ml. Sedangkan untuk sediaan jadi temu putih
mempunyai potensi kematian sel kanker diatas 80% pada dosis yang sama.
Kesimpulan dari penelitian tersebut, jenis-jenis tumbuhan alam ini sangat
potensial untuk dikembangkan menjadi antitumor promoter. Ini dilakukan sebagai
pengobatan suportif pada kanker.
NEWS (berita) – Antitumor Promoter
di Indonesia
Sumber: Republika Online – Selasa,
30 Nopember 2004 – Penulis : wed
Sehat itu nikmat maka menjaga kesehatan itu penting,bahkan lebih penting dari pencegahan dan pencegahan lebih penting dari mengobati,jadi mau hidup sehat ? mari kita upayakan...!!
sangat potensial untuk dikembangkan menjadi antitumor promoter. Ini dilakukan sebagai pengobatan suportif pada kanker.
NEWS (berita) – Antitumor Promoter di Indonesia
Sumber: Republika Online – Selasa, 30 Nopember 2004 – Penulis : wed
- See more at: http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
NEWS (berita) – Antitumor Promoter di Indonesia
Sumber: Republika Online – Selasa, 30 Nopember 2004 – Penulis : wed
- See more at: http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
Menurut
penelitian Kuo ML, Huang TS dan Lin JK dari Toxicology College of
Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan
dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di
Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan
pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan
antitumor - See more at:
http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
Menurut
penelitian Kuo ML, Huang TS dan Lin JK dari Toxicology College of
Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan
dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di
Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan
pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan
antitumor - See more at:
http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
Menurut
penelitian Kuo ML, Huang TS dan Lin JK dari Toxicology College of
Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan
dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di
Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan
pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan
antitumor - See more at:
http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
Menurut
penelitian Kuo ML, Huang TS dan Lin JK dari Toxicology College of
Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan
dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di
Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan
pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan
antitumor - See more at:
http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
Menurut
penelitian Kuo ML, Huang TS dan Lin JK dari Toxicology College of
Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan
dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di
Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan
pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan
antitumor - See more at:
http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
Menurut
penelitian Kuo ML, Huang TS dan Lin JK dari Toxicology College of
Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan
dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di
Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan
pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan
antitumor - See more at:
http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpufv
Menurut
penelitian Kuo ML, Huang TS dan Lin JK dari Toxicology College of
Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan
dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di
Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan
pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan
antitumor - See more at:
http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
Menurut
penelitian Kuo ML, Huang TS dan Lin JK dari Toxicology College of
Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan
dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di
Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan
pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan
antitumor - See more at:
http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
Menurut
penelitian Kuo ML, Huang TS dan Lin JK dari Toxicology College of
Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan
dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di
Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan
pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan
antitumor - See more at:
http://indoherbalmandiriindonesia.com/shop/curzerif/#sthash.A8B0knU6.dpuf
